Si Anak Bertanya pada Sang Bapak
Suatu hari di stasiun Bojonggede Bogor, seorang laki-laki berkumis dan berambut hitam tebal, badan gempal dan berpakaian necis tengah duduk menanti kereta tujuannya sambil membaca koran harian langganannya. Stasiun terlihat lengang penumpang mengingat waktu telah beranjak siang. Sesekali terdengar suara bising dari para pekerja yang sedang merenovasi fasilitas stasiun. Para petugas berseragam keluar masuk ruang kantor yang bercat putih gading dan berarsitektur Eropa tua itu. Tampaknya PT.KAI tetap mempertahankan bentuk asli bangunan peninggalan Belanda tersebut.Tiba-tiba terdengar suara nyaring pengumuman soal kedatangan kereta dari corong speaker yang terpasang di beberapa sudut peron. Laki-laki itu pun beranjak dari tempat duduknya untuk bersiap naik kereta, namun karena dalam pengumuman itu tujuan kereta berbeda dengan tujuan laki-laki itu ia pun duduk kembali di tempat semula meneruskan bacaan korannya.
Dari kejauhan seorang anak ABG memperhatikan gerak gerik laki-laki itu. Ia pun duduk mendekatinya ingin melihat lebih jelas tahi lalat yang terdapat di sebelah kiri dagu laki-laki itu. Dalam pikirannya laki-laki itu pasti seorang artis yang dulu terkenal sebagai Si Doel yang sekarang telah menjadi Wakil Gubernur.
Rasa polos dan ingin tahunya mendorong ia menghampiri laki-laki itu.
“Maaf pak, Bapak kayaknya Rano Karno yah?” Tanya anak itu tiba-tiba sampai laki-laki itu sedikit terkejut karena sedang khusyu membaca Koran.
“Bukan!” sahut laki-laki itu sambil kembali memperbaiki posisi duduk seperti semula untuk membaca koran.
Selang beberapa menit anak ABG itu menghampirinya kembali untuk mengulang pertanyaan yang sama. Jawaban yang dilemparkan sang bapak itu pun tetap sama bahwa ia bukan Rano Karno seperti yang diduga anak ABG itu.
Jawaban tegas lelaki itu tidak membuat si anak puas hingga akhirnya ia bertanya kembali dengan rasa penasaran yang lebih tinggi.
“Bapak pasti Rano Karno yah yang sering saya lihat di TV?” tanya anak itu kembali dengan wajah sumringah dan mulut menyeringai.
Bermaksud ingin memuaskan rasa penasaran dan menghindari “gangguan” si anak ABG itu, Bapak yang disebut mirip Rano Karno itu dengan ketus dan sedikit emosi menjawab.
“Iya saya Rano Karno, emang kenapa dik?” Jawab sang bapak dengan nada lebih tegas sambil menunjukkan tahi lalat yang menempel di dagu.
Dengan wajah yang nampak lebih bingung dan dahi mengkerut tidak karuan, si anak ABG itu berkata penuh keheranan.
“tapi kok ga mirip yah pak?

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda