Magic of Football
Sepak bola telah menjadi sihir bagi para penggemarnya. Sihir itu telah mempengaruhi sebagian dari hidup; gaya dan pola hidup hingga mata pencaharian. Coba kita perhatikan di sekeliling kita atau mungkin termasuk kita sendiri, di antara kita senang sekali memakai jersey klub sepak bola atau tim nasional negara favorit kapan dan dimanapun, tak peduli soal momentum. Adapula yang menggantungkan mata pencahariannya terkait dengan urusan sepak bola. Kini tidak hanya laki-laki yang menyukai sepak bola tapi juga kaum hawa. Tua ataupun muda.
Bagi penggemar, waktu bukanlah persoalan. Meski di tengah malam, pertandingan tetap penting untuk dinanti. Berbagai cara dilakukan untuk mempersiapkan soal itu. Jam tidur rela dikurangi demi menjadi salah saksi dari jutaan orang yang menonton saat tim favorit berlaga.
Banyak cara mengekspresikan kegandrungan. Salah satunya diwujudkan dengan cara mendatangi langsung stadion sepakbola setiap ada pertandingan. Stadion hampir selalu penuh disesaki para fans. Terlebih tim-tim yang bertanding adalah tim-tim besar. Berbagai cara dilakukan untuk mendukung tim. Segala atribut, aksesoris hingga panji-panji kebesaran ditunjukkan kepada khalayak dengan penuh kebanggaan. Teriak kesemangatan dan rasa setia supporter terhadap tim menjadi pil kuat bagi para pemain. Bahkan bisa dikatakan mereka seolah-olah menjadi pemain bola yang ke-12.
Karena jenis olahraga ini banyak penggemarnya tentu saja memiliki daya tarik luar biasa buat para insan bisnis. Klub-klub sepak bola menjadi sarana efektif untuk melakukan promosi produk. Berbagai perusahaan berani menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk itu. Besarnya sokongan dana sponsor seiring sejalan dengan besarnya nama klub. Disitulah sesungguhnya letak sibiosis mutualisme keduanya. Sama-sama untung. Kita tahu bahkan keuntungan itu tidak hanya bersumber dari sponsor saja, ada pula dari bisnis penjualan tiket, jersey hingga aksesoris resmi klub. Intinya sepak bola telah menjadi sebuah industri. Televisi berebut untuk mendapatkan hak siar pertandingan. Tidak heran bila gaji para pemain dan coach sangat besar.
Akan bertambah besar pendapatannya bila disertai dengan prestasi. Bahkan di antara mereka gara-gara olah raga ini menjadi kaya raya. Kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar telah merubah kehidupan mereka dari sebelumnya miskin. Tentu untuk menjadi pemain top tidak seperti sim salabim yang begitu saja dapat “menjadi” tetapi memerlukan proses yang tidak mudah dan waktu yang tidak singkat. Ketekunan berlatih, kemauan dan kerja keras mungkin menjadi kata kunci dalam proses ini. Bila sudah “menjadi” maka nama besar mereka seolah menjadi jimat tersendiri bagi tim. Lebih dari itu pengaruhnya juga merambah ke luar urusan sepakbola. Nilai transfer pun meningkat.
Beruntung kini kita tidak perlu bersusah payah untuk datang jauh ke Eropa karena semua dapat disaksikan cukup duduk manis di depan televisi atau berbaring dengan berbagai macam gaya. Sajian ini menjadi hiburan tersendiri bagi para penggilanya. Keindahan sepak bola yang diramu berbagai macam trik dan intrik dipertontonkan liga-liga Eropa dan Liga Champion; Spanyol, Inggris, Italia, Perancis dan Jerman. Negeri kita pun diramaikan dengan Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia.
Saat pertandingan berlangsung tidak hanya dialami para pemain, kita pun turut terlibat emosi. Tegang, was was, penasaran, senang, sedih bercampuraduk tak beraturan sebagaimana bola menggelinding kemanapun ia ditendang. Tangan meninju ke atas disertai teriakan kegirangan manakala tim kesayangannya memperoleh kemenangan. Sebaliknya wajah tertunduk lesu sebagai ekspresi kekecewaan atas kekalahan. Hal-hal yang diakibatkan oleh semua itu dapat dikatakan sebagai The magic of football.
Kawan, kesetiaan dan kecintaan kita terhadap sebuah klub seyogyanya tidak menjadi alasan kita untuk membenci orang lain yang bersebrangan dengan kita. Semua hanya permainan. Tidak lebih dari itu. Menang atau kalah akan bergulir sebagaimana bola itu itu sendiri adalah bulat.
Pontianak, 27 April 2013
Pukul. 05.40 WIB

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda