Di Sebuah Negeri……
Di sebuah negeri, seorang raja menulis sebuah sayembara. Dalam sayembara tersebut tertulis; “Wahai rakyatku, Barang siapa di antara kalian berhasil menyebrangi sebuah kolam istana, maka akan aku anugerahi ia 2 (dua) hadiah; Pertama aku nikahkan ia dengan putriku, Kedua; aku angkat ia menjadi putra mahkotaku. Melalui sekretarisnya, sayembara itu kemudian disebar melalui koran, televisi, radio, facebook, twitter dan lain-lain.Keesokan harinya, karena tergiur dengan 2 hadiah tersebut berkumpullah ribuan calon peserta sayembara di depan kolam istana kerajaan. Di antara mereka ada yang muda, tua bahkan kakek-kakek bercucu tiga.
Berselang beberapa waktu, sang raja keluar dari istananya dan berpidato di hadapan para calon peserta sayembara.
“Wahai rakyatku, terima kasih kalian telah memenuhi undanganku. Pada kesempatan ini ingin kutegaskan kembali, siapa di antara kalian yang mampu menyebrangi kolam istana ini, maka aku akan anugrahi ia 2 hadiah; Pertama aku nikahkan ia dengan putriku, Kedua; aku angkat ia menjadi putra mahkotaku”.
Mendengar pengumuman tersebut semua calon peserta gemuruh bertepuktangan. “Tapi tunggu dulu wahai rakyatku” lanjut Sang raja. “Aku perlu ingatkan kepada kalian bahwa kolam ini berisi ribuan ikan Piranha”. Sebagai bukti Sang Raja pun meminta kepada anak buahnya untuk menceburkan seekor kerbau. Dalam hitungan detik kerbau tersebut habis dilalap ikan Piranha. Melihat kejadian menakutkan ini, banyak peserta mengundurkan diri.
Tiba-tiba ada seorang pemuda berperawakan kurus kering melompat ke dalam kolam, kemudian dengan secepat kilat ia berenang menuju ke tepian. Akhirnya ia pun berhasil. Semua peserta terkagum-kagum dengan keberanian pemuda itu. Gemuruh tepuktangan tiada henti sebagai rasa bangganya mereka kepada pemuda pemberani itu.
Dengan rasa senang, Sang raja memuji-muji pemuda tersebut. Ia bertutur “Luar biasa, sungguh anda luar biasa hai pemuda! Sesuai janjiku, aku akan menghadiahi engkau 2 hadiah; menikahi putriku dan kuangkat engkau menjadi putra mahkotaku”
“Tunggu paduka” Potong sang pemuda. “Ampun beribu-ribu ampun, Paduka. Sebelum Paduka memberi hadiah kepada hamba, hamba ingin tahu siapa yang mendorong hamba dari belakang sehingga hamba tercebur ke dalam kolam”. Lanjut pemuda dengan rasa penasaran.
Apa hikmah yang bisa kita ambil dari cerita ini?

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda